Syarat dan Cara Take Over KPR

Syarat dan Cara Take Over KPR  –  Memiliki sebuah rumah merupakan impian setiap orang, terlebih jika membeli rumah tersebut dengan hasil jerih payah sendiri.

Membeli rumah pada usia muda merupakan sebuah hal yang lebih baik ketika kita masih mampu bekerja. selain  sebagai tempat tinggal, rumah juga bisa dijadikan sebuah solusi untuk investasi jangka panjang.

Baca : Harga rumah ditangerang mengalami kenaikan cukup signifikan

Harga rumah yang selalu mengalami kenaikan setiap tahunnya, dapat mempersulit kalian jika terlalu lama menunda membeli rumah. dan tentunya semakin memberatkan kalian kedepannya jika harus mengeluarkan budget lebih untuk menyewa tempat tempat tinggal.

Maka, ketika kalian memiliki kesempatan untuk membeli sebuah rumah saat ini, pergunakan kesempatan itu dengan sebaik – baiknya.

take over rumah kpr

take over rumah

Jika kalian belum memiliki dana yang cukup untuk membeli rumah dengan harga tunai, kalian bisa mempertimbangkan fasilitas pembiayaan dari pihak bank atau Kredit Kepemilikan Rumah (KPR). saat ini sudah banyak Bank yang memberikan layanan KPR dengan berbagai program, misal Kredit Rumah DP 0% , atau DP dicicil 24x .

Dengan adanya Fasilitas DP KPR Rumah 0% atau DP Rumah bisa dicicil selama 24X, dapat memberikan solusi agar kalian bisa memiliki rumah idaman.

Meskipun pembiayaan KPR dengan DP 0 % kalian juga harus mempersiapkan dana untuk keperluan administrasi atau lainnya. artinya, meskipun kalian ingin membeli rumah dengan sistem DP rumah 0%, kalian juga harus mempersiapkan dana untuk proses pengajuan kredit nya.

Baca Juga :  Pilih KPR DP Murah atau Cicilan Murah ?

Dalam membeli rumah secara KPR, Kalian juga bisa mempertimbangkan opsi membeli rumah KPR yang di take over atau take over oleh pemilik sebelumnya.

Take over KPR adalah sebuah proses pengalihan kepemilikan sebuah rumah dari pemilik pertama kepada orang lain atau pihak lain (bank) dan dibuat pada sebuah perjanjian resmi dan sah berdasarkan hukum yang berlaku.

Take over bisa saja dilakukan dengan berbagai tujuan, antara lain: mendapatkan sejumlah bunga yang lebih ringan, membeli sebuah rumah yang lebih besar dan sesuai dengan kebutuhan, kebutuhan keuangan yang begitu mendesak, serta berbagai alasan lainnya.

Proses take over tentu harus dilakukan dengan sebuah surat perjanjian, sehingga kedua belah pihak yang terlibat  tidak akan mengalami kerugian, baik pada saat proses take over maupun masa yang akan datang.

Syarat dan Cara Take Over KPR

1. Take Over Antar Bank

Take over antar bank biasanya dilakukan oleh para pengguna KPR yang menginginkan bunga KPR yang lebih kecil dari yang mereka gunakan saat ini. Hal tersebut dilakukan karena adanya penawaran bunga yang lebih kecil diberikan oleh bank lain. dan banyak pengguna kKPR mengajukan KPR baru atau take over KPR sebelumnya.

Syarat take over KPR pada umumnya sama saja ketika kalian mengajukan KPR pada pertama kali. bank akan meminta dokumen kelengkapan Identitas seperti Fotocopy KTP, Fotocopy Kartu Keluarga dan bukti penghasilan serta dokumen pendukung lainnya. tapi, pihak bank akan meminta sertifikat rumah yang akan di take over sebagai persyaratan standar take over KPR.

Dengan adanya syarat sertifikat kepemilikan rumah tersebut, maka bisa dikatakan bahwa take over hanya akan diproses atau dijalankan ketika kalian memang sudah memiliki sertifikat rumah tersebut karena hal ini akan dijadikan sebagai jaminan atas kredit yang kalian ajukan.

Dengan begitu, maka proses take over hanya bisa dilakukan setidaknya kalian  telah memiliki masa cicilan selama satu tahun atau lebih, di mana setelah jangka waktu  tersebut biasanya sertifikat rumah telah terbit dan dipegang oleh pihak bank. dan apabila  sertifikat telah dipegang oleh pihak bank pertama yang kalian gunakan, maka proses take over akan berjalan lebih cepat dan mudah.

Setelah semua persyaratan take over rumah kalian penuhi, maka pihak bank akan melakukan proses take over tersebut. Dalam hal ini bank akan melakukan analisa kredit dan juga proses appraisal atau perhitungan ulang terhadap nilai rumah yang akan di take over.

2. Jual Rumah Secara Take Over

Jual rumah secara take over bisa kalian jadikan sebuah pilihan. pada saat kalian memiliki keinginan membeli sebuah rumah impian dengan cara KPR dan  melakukan take over terhadap KPR seseorang yang belum lunas bisa menjadi solusi. akan tetapi, take over rumah yang dijual melibatkan 3 pihak yang berkepentingan. antara lain : Kalian sebagai pemohon take over rumah, Penjual rumah yang ingin kalian beli serta pihak bank selaku pemberi fasilitas.

Pada proses pengajuan take over ini, kalian akan diwajibkan untuk memenuhi persyaratan sebagaimana pengajuan KPR yang pertama. kalian  akan diminta melengkapi identitas diri dan juga keterangan mengenai penghasilan tetap yang kalian dapatkan setiap bulannya. Selain hal tersebut, kalian juga wajib datang ke bank bersama dengan penjual rumah yang akan kalian beli sebagai pengajuan KPR dengan cara take over.

Bank akan melakukan analisa terhadap pengajuan kredit tersebut, dan jika proses  pengajuan take over disetujui, maka pihak bank akan mengeluarkan Akta Jual Beli (AJB) dan juga SKMHT. Sebelum meneruskan KPR tersebut, maka kalian akan diwajibkan untuk membayar sejumlah biaya take over yang telah ditentukan dan disepakati dengan pihak penjual rumah tersebut. Setelah persetujuan tersebut terjadi, maka Anda akan melakukan transaksi kredit dengan menggunakan nama Anda sendiri.

Baca juga : Agar pengajuan kredit cepat di approve

3. Take Over KPR Bawah Tangan

Take over di bawah tangan adalah  sebuah proses pengalihan kepemilikan rumah yang dilakukan hanya antara pihak pembeli dan penjual saja. Take over ini berlangsung tanpa adanya keterlibatan pihak bank selaku pemberi dana KPR itu sendiri. Hal ini sangat tidak dianjurkan, terutama jika Anda bertindak sebagai pihak yang akan membeli rumah tersebut (melakukan pembelian take over).

Tindakan melakukan take over di bawah tangan akan sangat berisiko tinggi untuk kalian, sebab pada kenyataannya pihak bank tidak akan menyerahkan sertifikat kepemilikan rumah kepada seseorang yang namanya tidak tertera pada sertifikat tersebut. Dengan begitu, kalian akan berpotensi mengalami masalah dan juga kerugian atas take over tersebut.

Meskipun pada dasar nya take over rumah dibawah tangan dibuatkan perjanjian perpindahan kredit di depan notaris, melunasi biaya take over dan melanjutkan sisa pembayaran cicilan KPR yang di take over ke pihak bank, masalah yang sangat mungkin terjadi ketika kalian sudah melunasi seluruh cicilan KPR tersebut, kalian akan kesulitan ketika akan mengambil sertifikat kepemilikan rumahkepada pihak bank pemberi KPR.

 

Baca juga : Cara mengurus sertifikat tanah dari girik

Cara Take Over Rumah yang Aman dan Menguntungkan

pada umumnya melakukan tindakan take over untuk mendapatkan sejumlah keuntungan dalam pengajuan KPR ke pihak bank. tapi, kalian juga perlu mencermati jangan sampai proses take over justru membuat kalian mengalami kerugian di kemudian hari.

 

Powered by WP Review