Kendaraan sudah dijual tapi masih kena pajak progresif? begini cara blokirnya

Prosedur Blokir Pajak Progresif –  Kita mungkin sudah sering mendengar apa itu pajak progresif kendaraan bermotor , terus muncul pertanyaan, bagaimana cara menghitung pajak progresif kendaraan bermotor. bener ?

Namun pada kesempatan kali ini, simulasi-kredit.com tidak akan membahas cara menghitung pajak progresif kendaraan bermotor akan tetapi akan memberikan tips cara mengatasi kendaraan yang sudah dijual akan tetapi masih terkena pajak progresif.

Pembahasan artikel cara mengatasi kendaraan yang sudah dijual akan tetapi masih terkena pajak progresif ini karena masih banyak masyarakat yang kaget karena masih harus membayar pajak kendaraan  meskipun kendaraan nya sudah mereka jual.

Hal yang pertama harus dicari tahu adalah apakah nama pada STNK  kendaraan yang telah dijual masis atas nama atau alamat kita. jika hal tersebut masih sama, kalian harus segera melakukan pemblokiran ke Samsat.

prosedur blokir pajak progresif

Stnk

Berdasarkan aturan per 1 Juni 2015 pengenaan pajak progresif berdasarkan pada alamat. Kebijakan itu tertuang dalam Peraturan Daerah Provinsi DKI Jakarta Nomor 2 Tahun 2015.

Jadi, motor atau mobil akan dikenakan pajak progresif apabila alamat pemiliknya memiliki kesamaan dengan alamat wajib pajak yang telah terdaftar.

Cara memblokir STNK cukup mudah, kalian harus mengunjungi Samsat dimana STNK kendaraan terdahulu terdaftar, selanjutnya kalian cari bagian blokir progresif. untuk syarat nya sebagai berikut

Syarat blokir pajak progressif

  1. Kartu Keluarga
  2. KTP
  3. Mengisikan Formulir permohonan blokir kendaraan

Untuk proses blokir pajak progressif STNK tidak lama, hari ini daftar dan langsung selesai.

Nah, agar kalian tidak mengalami hal yang sama , ada baiknya setelah menjual kendaraan datangi samsat dan langsung mengurus proses blokir pajak progresif STNK. 

Baca Juga : Prosedur balik nama STNK Kendaraan