Gak perlu pusing, Begini cara dan syarat cairin BPJS Tenaga Kerja 100% Cair

Cara Cairin BPJS Tenaga Kerja – Siapa yang tidak mengenal BPJS ? Program pemerintah ini sebenarnya adalah program lama menggantikan Jamsostek. Kehadiran BPJS Ketenagakerjaan memang sangat membantu para pekerja untuk menatap hari esok yang lebih baik.

Program BPJS ketenagakerjaan saat ini sudah sangat memanjakan para pesertanya, karena kita bisa menge cek bpjs ketegakerjaan online, cara mengecek saldo bpjs ketenagakerjaan online serta mencairkan bpjs ketengakerjaan secara online.

cara cairin bpjs tenaga kerja

BPJS Tenaga Kerja

Pada kesempatan kali ini, simulasi-kredit.com akan memberikan informasi mengenai cara cairin bpjs ketenagakerjaan agar cair 100%. melalui PP No. 60 tahun 2015  membuat semua peserta BPJS Ketenagakerjaan yang sudah berhenti bekerja plus masa tunggu satu bulan, juga sudah dapat mengambil uang JHT 100% sesuai dengan jumlah yang ada di saldo.

Baca Juga : Kelebihan Program BPJS

Lalu seperti apakah proses pencairan bpjs ketenagakerjaan? Berikut pembahasannya.

1. Cara cairin BPJS Tenaga Kerja yang Sudah Berhenti Kerja atau Resign

Berdasarkan hasil revisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 46 tahun 2015 soal Jaminan Hari Tua (JHT) menjadi PP No. 60 tahun 2015 yang disampaikan langsung oleh Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Hanif Dzakiri, pada hari kamis, 20 Agustus 2015 akhirnya menetapkan mulai awal September 2015, peserta BPJS TK tidak perlu lagi menunggu usia 56 tahun untuk bisa mengambil semua saldo JHT-nya.

Karena apabila kalian memutuskan berhenti berkerja (resign) atau karena diberhentikan (PHK) maka Anda sudah bisa mengklaim uang JHT secara penuh. Syaratnya cairin bpjs tenaga kerja pun sangat mudah, kalian hanya menunggu setidaknya 1 bulan setelah berhenti kerja atau resign.

Syarat cairin BPJS Tenaga Kerja yang sudah berhenti kerja atau resign

  1. Kartu Jamsostek  / BPJS Ketenagakerjaan
  2. Paklaring/Surat Pengunduran Diri
  3. KTP/SIM
  4. Kartu Keluarga
  5. Buku Tabungan

Dan ingat semua dokumen atau berkas-berkas tersebut di atas harus juga difotocopy dan wajib melampirkan berkas aslinya untuk dilakukan pengecekan oleh petugas.

2. Cara cairin BPJS Tenaga Kerja yang sudah berusia 56 Tahun

Cara mencairkan saldo bpjs ketenaga kerjaan untuk karyawan yang sudah berusua 56 tahun itu tidak perlu atau harus berhenti kerja. Jika kalian sudah memasuki umur sedikitnya 56 tahun, sudah dapat mencairkan saldo bpjs ketenagakerjaan 100% saldo JHT kalian.

Syarat mencairkan BPJS Ketenagakerjaan usia sudah 56 tahun

  1. Kartu Jamsostek/BPJS Ketenagakerjaan
  2. Surat Keterangan dari perusahaan
  3. KTP atau SIM
  4. Kartu Keluarga
  5. Buku Tabungan

Perlu kalian ketahui, syarat pencairan saldo JHT BPJS ketenagakerjaain ini wajib melampirkan fotocopy dan asli nya

3. Cara mencairkan saldo BPJS Ketengakerjaan yang mengalami Cacat Total Tetap

Bagi para peserta BPJS Ketenagakerjaan yang mengalami cacat total tetap, mereka juga diperbolehkan secara langsung mengambil semua uang JHT-nya.

Syarat cairin dana BPJS Tenaga Kerja peserta cacat total

  1. Kartu Jamsostek/BPJS Ketenagakerjaan
  2. Paklaring atau Surat Keterangan dari perusahaan
  3. KTP
  4. Kartu Keluarga
  5. Surat keterangan sakit mengalami cacat total tetap dari Rumah Sakit
  6. Buku Tabungan

Berkas-berkas tersebut juga jangan lupa untuk difotocopy masing-masing dan juga menyertakan berkas aslinya. Karena kondisi yang cacat maka bisa saja peserta BPJS ini tidak bisa datang langsung ke kantor.

Kalian jangan khawatir, Peserta BPJS TK yang mengalami cacat total tetap dan tidak bisa datang sendiri ke kantor BPJS TK, mereka bisa memberikan kuasa pada orang lain.

Perlu diperhatikan, Orang yang mendapatkan kuasa untuk mencairkan saldo bpjs ketenaga kerjaan, wah=jib membawa Surat Kuasa dari Peserta yang mengalami cacat, serta dokumen pendukung lainnya. Dokumen itu juga harus difotocopy dan wajib melampirkan dokumen yang asli.

Dokumen pendukung ini sendiri diperlukan untuk memastikan uang JHT diterima oleh orang yang tepat sesuai surat kuasa dari peserta BPJS. Jika tidak ada dokumen dikhawatirkan uang JHT bisa jatuh ke tangan orang yang tidak berhak.

4. Cara mencairkan saldo BPJS TK Peserta yang Meninggal Dunia

Uang JHT juga bisa diambil secara penuh oleh ahli waris karena peserta BPJS TK yang sudah Meninggal Dunia.

Syarat mencairkan saldo BPJS TK Peserta Meninggal Dunia

  1. Kartu Jamsostek/BPJS Ketenagakerjaan milik almarhum
  2. Paklaring/Surat Keterangan dari perusahaan tempat almarhum bekerja
  3. KTP/SIM almarhum
  4. Kartu Keluarga
  5. Surat keterangan kematian dari Rumah sakit/Kepolisian/Kelurahan
  6. Surat Keterangan Ahli Waris dari Lurah/Kepala Desa setempat
  7. KTP/SIM ahli waris
  8. Buku Tabungan ahli waris

Jangan lupa untuk memfotocopy sebanyak 1 lembar dari semua dokumen yang dipersyatkan tersebut. Untuk fotocopy Surat Kematian wajib dilegalisir oleh pihak Rumah Sakit/Kepolisian/Kelurahan. Begitu juga fotocopy Surat Keterangan Ahli Waris, juga wajib dilegalisir oleh pihak Lurah atau Kepala desa setempat. Ahli waris juga tak boleh lupa membawa dokumen aslinya.

5. Pencairan Peserta BPJS TK yang Akan Meninggalkan Indonesia

Cara mencairkan saldo bpjs ketenagakerjaan yang terakhir khusus kalian yang ingin meninggalkan indonesia dan tidak kembali lagi.

Syarat mencairkan saldo bpjs kesehatan peserta yang ingin meninggalkan indonesia

  1. Kartu Peserta Jamsostek/BPJS Ketenagakerjaan
  2. Surat keterangan habis kontrak/Surat keterangan mutasi ke luar negeri/Surat keterangan berakhirnya masa tugas di Indonesia
  3. Paspor
  4. Visa bagi pekerja WNI

Keempat dokumen atau berkas diatas juga harus difotocopy masing-masing satu lembar. Selain itu Anda juga diwajibkan melampirkan berkas aslinya.

Itulah cara mencairkan saldo bpjs ketenagakerjaan. untuk memastikan saldo bpjs ketengakerjaan, kalian cek terlebih dahulu jumlah saldo bpjs ketenaga kerjaan lewat internet.

Baca : Cara mencairkan saldo BPJS Ketengakerjaan lewat internet